Senin, 17 Juni 2013

Akuntansi Perusahaan Jasa

karakteristik perusahaan jasa

1. Pengertian
Perusahaan jasa adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang penyediaan berbagai pelayanan atau
memproduksi produk yang tidak berwujud dengan tujuan mencari laba.

Perusahaan jasa dapat bergerak dalam berbagai bidang usaha jasa, antara lain :

a. Transportasi, meliputi perusahaan bus kota, taksi dan angkutan kota / desa.
b. Reparasi dan pemeliharaan, meliputi bengkel, cuci mobil dan cleaning service.
c. Komunikasi, meliputi telepon, radio dan TV, serta penerbitan surat kabar dan majalah.
d. Tempat tinggal, meliputi mess, hotel dan penginapan.
e. keahlian perseorangan, meliputi salon kecantikan, tukang jahit dan foto studio.
f. Hiburan, meliputi bioskop dan tempat rekreasi.
g. Profesi, meliputi akuntan, pengacara, rumah bersalin dan notaris

2. Transaksi perusahaan jasa
Semua perusahaan pada dasarnya menjalankan proses akuntansi yang sama. Hal
yang membedakan setiap perusahaan tersebut ialah jenis perusahaannya. Alasannya, setiap perusahaan
mempunyai kegiatan yang berbeda-beda.

Transaksi yang sering terjadi dalam perusahaan jasa adalah sebagai berikut :

a. Investasi oleh pihak pemilik atau calon pemilik.
Pada tanggal 1 Agustus 2011, Abiseka mendirikan perusahaan dengan mengivestasikan uang tunainya
dalam perusahaan Rp 50.000.000,00.

b. Pembelian peralatan dan perlengkapan secara tunai atau kredit.
5 Agustus 2011 Perusahaan Jaya membeli peralatan kantor dari Toko Bintang dengan tunai
Rp 2.500.000,00.

7 Agustus 2011 Perusahaan membeli perlengkapan kantor dari CV Gilang dengan tunai
Rp 1.500.000,00.

8 Agustus 2011 Perusahaan membeli peralatan kantor dari Toko Cahya dengan kredit
Rp 4.000.000,00.

c. Menerima pendapatan dari penjualan jasa.
10 Agustus 2011 Diterima pembayaran atas penyelesaian pesanan jahitan (pakaian) dari langganan
dengan uang tunai Rp 800.000,00.

d. Membayar macam-macam beban.
12 Agustus 2011 Dibayar rekening telepon untuk bulan Agustus Rp 200.000,00.
15 Agustus 2011 Dibayar gaji pegawai untuk bulan Agustus Rp 500.000,00.

e. Menerima piutang.
16 Agustus 2011 Diterima tagihan dari Ivan atas pesanan pakaian yang telah selesai pada tanggal 6
Agustus 2009 sebesar Rp 250.000,00.

B. Sumber Pencatatan
Di dalam akuntansi, bukti transaksi merupakan dokumen sumber dan syarat mutlak dalam melakukan
pencatatan transaksi ke dalam jurnal. Kegunaan utama dari bukti transaksi adalah sebagai bukti tertulis
dan juga merupakan pertanggungjawaban atas pelaksanaan suatu transaksi. Jika suatu pencatatan tidak
didukung dengan bukti tertulis yang sah dan kuat, maka kebenaran atas transaksi tersebut diragukan.
Akuntansi perusahaan dinyatakan baik apabila semua bukti pendukung pencatatannya memadai dan
pencatatan dilakukan sebagaimana mestinya. Bukti-bukti transaksi harus disimpan dengan baik di dalam
almari arsip agar memudahkan pencariaannya kembali. Untuk memudahkan pencariannya, arsip tersebut
disimpan dengan berbagai cara antara lain :
1. Menurut urutan tanggalnya (kronologis)
2. Menurut urutan nomornya.

Dalam tahap pencatatan, dokumen sumber (bukti transaksi) ditinjau dari segi si pembuatnya dapat
dibedakan menjadi :
a. Bukti intern : bukti (dokumen) yang dibuat atau dikeluarkan oleh perusahaan itu sendiri.
b. Bukti ekstern : bukti (dokumen) yang dibuat atau dikeluarkan oleh pihak di luar perusahaan.


Macam-macam Sumber Pencatatan
 
1. Macam-macam bukti transaksi
 
a. Kuitansi
Adalah surat bukti telah membayar suatu jumlah uang tertentu. Surat ini dibuat dan ditandatangani
oleh pihak yang menerima uang dan diberikan kepada pihak yang melakukan pembayaran tersebut.



b. Faktur (Invoice)
Adalah penghitungan penjualan dengan pembayaran kemudian, yang disampaikan oleh penjual
kepada pembeli.
Faktur yang diberikan kepada pihak pembeli disebut faktur penjualan, sedangkan faktur yang diterima
pembeli dari pihak penjual disebut faktur pembelian.
 

c. Cek (Cheque)
Adalah surat perintah kepada bank untuk membayar sejumlah uang tertentu kepada orang yang
namanya disebutkan dalam surat cek itu.

d. Nota
Adalah bukti pembelian atau bukti penjualan barang yang dilakukan secara tunai.
e. Memo
Adalah perintah pimpinan perusahaan terhadap bagian akuntansi untuk mencatat kejadian-kejadian
dalam perusahaan.
f. Kas Bon
Adalah bukti pengambilan uang di kas perusahaan untuk pemakaian sementara.
g. Nota Debet dan Nota Kredit
Nota debet adalah surat pengembalian barang yang tidak sesuai dengan pesanan. Nota kredit adalah
surat pemberitahuan yang diterima oleh perusahaan sebagai jawaban atas nota debet pelanggan.
2. Macam-macam bukti jurnal (Journal Voucher)
Bukti jurnal adalah bukti khusus yang digunakan perusahaan sebagai bukti pencatatan akuntansi. Bila
perusahaan menggunakan bukti jurnal, maka dokumen sumber harus dilampirkan pada bukti jurnal
tersebut. Bukti jurnal yang dibuat untuk penerimaan uang tunai disebut bukti penerimaan kas, sedangkan
bukti jurnal yang dibuat untuk mengeluarkan uang tunai disebut bukti pengeluaran kas. Untuk transaksi
lainnya, biasanya dibuat bukti memorial (memo) yang biasanya disebut jurnal memorial atau memorial
post.

3. Analisis Bukti Pencatatan
Sebelum bukti pencatatan dicatat ke buku jurnal, terlebih dahulu bukti tersebut dianalisis pengaruhnya
terhadap harta, utang dan modal.
Pada perusahaan besar, pencatatan transaksi dengan menggunakan persamaan akuntansi kurang efektif
dan dapat menimbulkan kesulitan apabila perusahaan itu semakin berkembang. Untuk mengatasi hal
tersebut, perlulah dibuat suatu sistem pencatatan dengan menggunakan mekanisme debet dan kredit.
Sistem pencatatan tersebut menggunakan akun (account) yang dapat dikelompokkan atas beberapa
kelompok akun, yang terdiri dari harta, utang, modal, pendapatan dan beban.
Dengan adanya aturan mendebet dan mengkredit ini, penambahan dan pengurangan yang terjadi dalam
akun yang bersangkutan dapat dinyatakan dengan mendebet atau mengkredit akun-akun tersebut.
C. Jurnal
Jurnal adalah suatu buku harian tempat mencatat semua transaksi yang terjadi dalam perusahaan secara
sistematis dan kronologis, pencatatan dilakukan berdasarkan bukti-bukti dengan menyebutkan rekening yang
didebet dan dikredit. Prosesnya disebut menjurnal (journalizing).
Berikut ini bentuk jurnal.
 Penjelasan kolom-kolom urnal :
a. Kolom tanggal diisi tanggal, bulan dan tahun.
b. Kolom No. bukti diisi nomor bukti transaksi. Adakalanya kolom ini ditiadakan.
c. Kolom Keterangan diisi nama perkiraan atau akun yang dijurnal.
d. Kolom Ref (referensi) diisi nomor kode akun.
e. Kolom Debet diisi jumlah atau nilai perkiraan yang akan didebet.
f. Kolom Kredit diisi jumlah atau nilai perkiraan yang akan dikredit.

Fungsi jurnal

Fungsi jurnal umum sebagai berikut :

a. Mencatat/record : mencatat semua transaksi dan kejadian atau peristiwa yang mengakibatkan perubahan
posisi harta, utang dan modal
b. Historis : mencatat transaksi/kejadian yang telah berlalu secara urut waktu/kronologis
c. Analisis : menganalisis pengaturan transaksi/kejadian terhadap posisi harta, utang dan modal sehingga
dapat diketahui akun mana yang bertambah dan berkurang
d. Instruktif : memberikan instruksi atau perintah untuk mencatat (menggolong-golongkan)
e. Informatif : memberikan penjelasan tentang waktu dan peristiwa ekonomi yang terjadi, pengaruhnya
terhadap akun yang bersangkutan, nama debitur atau kreditur dan sebagainya..

Contoh jurnal dan buku besar untuk perusahaan yang sudah beroperasi lebih dari satu periode akuntansi.
Saldo berbagai akun pada tanggal 1 Desember 2011 dan bukti-bukti transaksi selama bulan Desember pada
Salon “Jessica”.
Untuk lebih jelasnya di bawah ini contoh dokumen transaksi berikut jurnal umumnya...








D Buku Besar

 Pengertian Buku Besar

Buku besar adalah himpunan rekening-rekening yang saling berhubungan yang menggambarkan pengaruh
transaksi terhadap perubahan harta, utang dan modal. Pemindahbukuan semua pos-pos jurnal ke buku
besar disebut posting. Nama akun yang dipakai pada ayat-ayat jurnal harus sama dengan nama akun di
buku besar.

posting

E. Neraca Saldo (Trial Balance)
Adalah daftar seluruh akun dengan mencatat di debet dan kredit untuk melihat apakah saldonya sudah
seimbang.
Apabila perkiraan-perkiraan buku besar telah didebet dan dikredit untuk setiap transaksi selama satu periode
akuntansi, besarnya saldo sudah tampak. Jadi, jumlah saldo-saldo debet akan sama dengan jumlah saldo-saldo
kredit.
Untuk itu, secara berkala dibuat daftar yang disebut neraca saldo. Penyusunan sebuah neraca saldo pada akhir
suatu periode akuntansi merupakan tahap pengikhtisaran atau ringkasan.

F. Jurnal Penyesuaian (Adjusment)
Anggaran mengenai kebenaran jumlah-jumlah dalam neraca saldo tidak berlaku untuk semua perkiraan. Ada
beberapa perkiraan tidak mencerminkan keadaan yang sebenarnya. salah satu penyebabnya ialah belum
dibuatnya dokumen pada akhir periode sehingga transaksi belum dicatat.

Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat karena :

1. suatu transaksi sudah terjadi tetapi belum dicatat dalam perkiraan
2. transaksi sudah dicatat, tetapi saldonya perlu dikoreksi

Ayat jurnal penyesuaian (adjusting journal entries) terhadap perkiraan-perkiraan tertentu, dibuat untuk
mengoreksi perkiraan-perkiraan tersebut sehingga mencerminkan keadaan harta, utang, modal, pendapatan
dan beban yang sebenarnya.

Beberapa transaksi yang terjadi di akhir periode dan perlu dibuatkan jurnal penyesuaiannya adalah :

a. Penyusutan aktiva tetap
Misal : mesin, peralatan, kendaraan dan gedung. Nilai atau jumlah yang dicatat adalah sebesar yang
disusutkan.
Jurnalnya :
b. Pemakaian perlengkapan
Nilai yang dicatat adalah sebesar yang terpakai.
Jurnalnya :
c. Piutang tak tertagih
Adalah taksiran mengenai jumlah piutang yang mungkin tak dapat diterima pembayarannya.
Jurnalnya :
d. Beban-beban yang dibayar di muka (sekaligus)
Adalah pembayaran beban yang digunakan untuk beberapa kali pemakaian, misalnya sewa, iklan dan
asuransi.


 e. Beban yang masih harus dibayar (utang), misalnya gaji dan bunga bank.
Jurnalnya :
f. Pendapatan yang telah diterima di muka
Merupakan utang karena pekerjaan harus dilakukan dahulu, misalnya sewa diterima di muka.
Jurnalnya :
g. Pendapatan yang masih harus diterima
Merupakan piutang karena pekerjaan telah selesai, tetapi pembayarannya belum diterima, misalnya
bunga bank.
Jurnalnya :
Sebagai ilustrasi membuat jurnal penyesuaian, perhatikan akun-akun yang terdapat pada neraca saldo pada
Salon “Jessica” di atas.
Data yang digunakan untuk membuat jurnal penyesuaian pada tanggal 31 Desember 2011 adalah sebagai
berikut :
a. Berdasarkan hasil penilaian akhir, nilai perlengkapan salon tersisa Rp 1.200.000,00.
b. Sewa yang telah digunakan Rp 600.000,00
c. Peralatan salon disusutkan 10 % per tahun
d. Gaji karyawan yang masih harus dibayar Rp 400.000,00
G. KERTAS KERJA (Work Sheet)

Adalah kertas berkolom (neraca lajur) yang digunakan sebagai kertas kerja dalam penyesuaian laporan
keuangan. Penggunaan kertas kerja dapat mengurangi kesalahan. Di samping itu, kertas kerja juga dapat
digunakan untuk memeriksa ketepatan perhitungan yang dilakukan dan memungkinkan penyesuaian daftar
secara logis.

Di dalam kertas kerja memuat kolom-kolom yang terdiri dari : 
Neraca saldo, Penyesuaian, Neraca saldo setelah
penyesuaian, Rugi/laba dan Neraca. Masing-masing kolom terdiri dari debet dan kredit.

a. Isilah kolom neraca saldo dengan angka-angka dari saldo masing-masing buku besar.
b. Pindahkan angka-angka yang terdapat dalam ayat jurnal penyesuaian ke dalam kolom penyesuaian. Jika
nama akun belum tercantum di dalam kolom nama akun, tulislah nama akun yang baru di bawah jumlah
neraca saldo.
c. Hitunglah neraca saldo penyesuaian untuk data yang mengalami penyesuaian, sedangkan jika tidak
mengalami penyesuaian, tuliskan saja angka-angka dari kolom neraca saldo sesuai debet dan kreditnya.
d. Pindahkan angka-angka neraca saldo penyesuaian untuk kelompok rekening beban dan pendapatan ke
kolom Rugi/laba. Hitunglah selisih jumlah pendapatan dan jumlah beban. Hasilnya merupakan laba
(pendapatan > beban) dan rugi (pendapatan < beban)
e. Pindahkan angka-angka neraca saldo penyesuaian untuk kelompok harta, utang, modal, prive dan
akumulasi penyusutan ke kolom neraca.

 Bentuk Kertas Kerja
Pada umumnya kertas kerja yang digunakan dapat berbentuk 6 kolom, 8 kolom, 10 kolom dan 12 kolom.
Untuk lebih jelasnya, perhatikanlah contoh-contoh bagan berikut :
1. Bentuk kertas kerja 6 kolom
2. Bentuk kertas kerja 8 kolom
3. Bentuk kertas kerja 10 kolom
4. Bentuk kertas kerja 12 kolom


H. Jurnal Penutup

Pada akhir periode akuntansi, buku besar perkiraan terdiri dari enam jenis perkiraan yang menempatkan
dua kelompok perkiraan tetap (perkiraan riil) dan perkiraan sementara (perkiraan nominal).



Perkiraan-perkiraan pendapatan, beban dan prive adalah perkiraan-perkiraan sementara yang digunakan
untuk mengklasifikasikan dan mengikhtisarkan perubahan-perubahan yang terjadi pada perkiraan riil
selama suatu periode akuntansi. Pada akhir periode, perkiraan-perkiraan ini harus dipindahkan ke
perkiraan tetap.


Ayat jurnal penutup (clossing entries) pada hakikatnya adalah ayat jurnal yang digunakan untuk me-nolkan
saldo perkiraan-perkiraan sementara apabila dimulai pencatatan data akuntansi periode berikutnya.


Untuk melakukan ayat jurnal penutup, diperlukan satu perkiraan tambahan yang dapat digunakan untuk
mengikhtisarkan data yang terdapat dalam perkiraan-perkiraan pendapatan dan beban, yaitu ikhtisar
rugi/laba (income summary).




 Langkah selanjutnya adalah melakukan posting ayat jurnal penutup ini ke dalam akun-akun buku besarnya.
Berikut ini jika posting dilakukan maka buku besar Salon “Tiara” akan tampak sebagai berikut :




I. Neraca Saldo setelah Penutupan
Setelah membuat jurnal penutup, tahap selanjutnya ialah menyusun neraca saldo penutup (post clossing
trial balance). Tujuannya untuk memastikan bahwa buku sesar telah seimbang sebelum memenuhi
pencatatan periode berikutnya. Neraca saldo penutup hanya akan terdiri dari perkiraan neraca saja
(aktiva, kewajiban dan modal). Perkiraan-perkiraan sementara (pendapatan, beban dan prive) telah
ditutup dan bersaldo nol.

Neraca saldo penutup dapat dibuat dengan mengambil saldo-saldo perkiraan di buku besar setelah ayat
jurnal penutup dibukukan. Saldo-saldo tadi dapat diambil dari kolom neraca di kertas kerja.

J. Laporan Keuangan (Financial Statement)

Hasil akhir dari siklus akuntansi adalah laporan keuangan. Untuk sebuah perusahaan perseorangan, laporan
keuangan terdiri dari neraca (balance sheet), perhitungan rugi/laba (income statement) dan laporan
perubahan modal (statement of owner’s equity)

1. Perhitungan Rugi/laba (Income Statement)
 
Adalah suatu laporan pendapatan, beban dan kerugian, serta laba bersih yang dikaitkan dengannya untuk
suatu periode. Untuk menyusun perhitungan rugi/laba, datanya diperoleh dari kolom Rugi/laba pada
kertas kerja.
Berikut Laporan Laba - Rugi yang dibuat salon “Jessica” :



 2. Laporan Perubahan Modal (Capital Statement)

Data untuk menyusun laporan perubahan modal diambil dari kolom neraca pada kertas kerja.
Berikut Laporan Perubahan Modal yang dibuat salon “Jessica” :

3. Neraca (Balance Sheet)

Adalah suatu laporan mengenai harta (aktiva), utang (kewajiban) dan modal suatu perusahaan. Neraca
juga disebut Ikhtisar posisi keuangan. Neraca dinamakan demikian karena jumlah aktiva sama dengan
jumlah kewajiban ditambah modal atau H = U + M.
Berikut Laporan Neraca yang dibuat salon “Jessica” :


K. Jurnal Pembalik (Reversing Entries)

Dalam sistem akuntansi yang menganut prinsip konsistensi, untuk menghindari kesalahan-kesalahan dalam
pencatatan pada periode berikutnya, maka perlu dibuat ayat jurnal pembalik.

Ayat jurnal pembalik adalah ayat jurnal yang dibuat untuk membalik ayat jurnal penyesuaian tertentu yang
dibuat pada periode sebelumnya. Jurnal pembalik ini biasanya dibuat pada awal periode untuk
mengembalikan akun-akun yang timbul pada akhir periode sebelumnya, sebagai akibat dari ayat jurnal
penyesuaian tertentu. Jurnal ini tidak merupakan keharusan, tetapi merupakan sistem untuk memudahkan
dalam pencatatn pada awal periode berikutnya.
 Pembuatan jurnal pembalik hanya akan bermanfaat jika
perusahaan membuat jurnal penyesuaian yang banyak jumlahnya.

Hal-hal yang memerlukan ayat jurnal pembalik adalah :
1. Beban-beban yang masih harus dibayar.
2. Beban-beban dibayar di muka, apabila beban itu dicatat pada waktu pembayaran dalam akun beban,
bukan pada akun harta.
3. Pendapatan yang masih harus diterima.
4. Pendapatan diterima di muka, apabila pendapatan tersebut dicatat pada akun pendapatan pada waktu
diterima, bukan sebagai akun hutang.

 

sekian postingan dari saya, terimakasih :)

9 komentar:

DeeQBo mengatakan...

izin copas ya, mo belajar akuntansi perusahaan jasa, tapi belum punya dasar ilmunya

thanks ya

Anonim mengatakan...

Izin copas juga, buat ngerjain tugas akuntansi nih, hehe

Anonim mengatakan...

enak lagunya

Unknown mengatakan...

Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kbagi.com untuk info selengkapnya.

Di sana anda bisa dengan bebas share dan mendowload foto-foto keluarga dan trip, music, video, filem dll dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)

Apriyanti Fazri mengatakan...

Salam kenal.. saya juga sheilagank :)
Izin copas buat ngerjain tugas.. :)

Apriyanti Fazri mengatakan...

Salam kenal.. saya juga sheilagank :)
Izin copas buat ngerjain tugas.. :)

Esmeralda mengatakan...

terimakasih atas infonya
Software Bimbel Mudah

Unknown mengatakan...

informasinya sangat bermanfaat terimakasih sukses slalu
Softawre Bel Sekolah Otomatis

Lady Mia mengatakan...

KABAR BAIK!!!

Nama saya Aris Mia, saya ingin menggunakan media ini untuk mengingatkan semua pencari pinjaman sangat berhati-hati, karena ada penipuan di mana-mana, mereka akan mengirim dokumen perjanjian palsu untuk Anda dan mereka akan mengatakan tidak ada pembayaran dimuka, tetapi mereka adalah orang-orang iseng, karena mereka kemudian akan meminta untuk pembayaran biaya lisensi dan biaya transfer, sehingga hati-hati dari mereka penipuan Perusahaan Pinjaman.

Beberapa bulan yang lalu saya tegang finansial dan putus asa, saya telah tertipu oleh beberapa pemberi pinjaman online. Saya hampir kehilangan harapan sampai Tuhan digunakan teman saya yang merujuk saya ke pemberi pinjaman sangat handal disebut Ibu Cynthia, yang meminjamkan pinjaman tanpa jaminan dari Rp800,000,000 (800 juta) dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa tekanan atau stres dan tingkat bunga hanya 2%.

Saya sangat terkejut ketika saya memeriksa saldo rekening bank saya dan menemukan bahwa jumlah yang saya diterapkan, telah dikirim langsung ke rekening bank saya tanpa penundaan.

Karena saya berjanji bahwa saya akan membagikan kabar baik, sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi, jika Anda membutuhkan pinjaman apapun, silahkan menghubungi dia melalui email nyata: cynthiajohnsonloancompany@gmail.com dan oleh kasih karunia Allah ia tidak akan pernah mengecewakan Anda dalam mendapatkan pinjaman jika Anda menuruti perintahnya.

Anda juga dapat menghubungi saya di email saya: ladymia383@gmail.com dan Sety yang memperkenalkan dan bercerita tentang Ibu Cynthia, dia juga mendapat pinjaman baru dari Ibu Cynthia, Anda juga dapat menghubungi dia melalui email-nya: arissetymin@gmail.com sekarang, semua akan saya lakukan adalah mencoba untuk memenuhi pembayaran pinjaman saya bahwa saya kirim langsung ke rekening mereka bulanan.

Sebuah kata yang cukup untuk bijaksana.